
BSIP Bengkulu Hadiri Tanam Perdana Integrasi Padi Gogo Mendukung Ketahanan Pangan di Kepahiang
Kamis (30/01/2025) BSIP Bengkulu hadiri kegiatan Tanam Perdana Integrasi Padi Gogo Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Gertam dilakukan di lahan kelompoktani Bina Warga Tani Desa Tebat Laut, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang.
Luas lahan yang ditanami seluas 5 ha dan 3 ha dalam proses persiapan lahan. Padi gogo yang ditanam yaitu padi gogo lokal Sungut.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Kepahiang, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Direktur Perbenihan Perkebunan, Kepala BPSIP Bengkulu, Kodim 0409 Rejang Lebong, Kejari Kepahiang, Polres Kepahiang, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Dinas Pertanian Kepahiang, Camat Seberang Musi, Kepala Desa Tebat Laut, Penyuluh dan Mantri Tani serta kelompok tani.
Kadis Pertanian Kepahiang (Taufik) menyampaikan bahwa mendukung ketahanan pangan nasional merupakan tugas mulia. Dukungan diwujudkan dengan melaksanakan penanaman padi gogo perdana di Provinsi Bengkulu yaitu di Kabupaten Kepahianh. Penanaman padi gogo ditanam di lahan tumpang sisip.
Tahun 2025 target tanam padi gogo Kabupaten Kepahiang seluas 505 ha disebar dibeberapa titik lokasi tanam. Kedepannya, Kabupaten Kepahiang akan melakukan penangkaran benih gogo genjah lokal yaitu padi gogo Ketumbar.
Direktur Perbenihan Perkebunan (Ebi Rulianti) menyampaikan bahwa
Kabupaten Kepahiang merupakan kabupaten tertinggi target tanam padi gogo yaitu seluas 505 ha dari target 1.600 ha untuk Provinsi Bengkulu. Kegiatan gertam ini mendukung kegiatan swasembada pangan yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo.
Wakil Bupati Kepahiang (Zurdinata) sekaligus membuka kegiatan tanam perdana padi gogo. Pengembangan padi gogo di Kepahiang terintegrasi dengan tanaman kopi. Penanaman padi gogo mendukung program pemerintah pusat yang diturunkan ke pemerintah daerah. Masyarakat desa/ kelompok tani adalah ujung tombak untuk menggalakkan penanaman padi gogo ini. Target tanam 505 ha dengan produksi 27.400 ton dapat tercapai, ujar Wabup Kepahiang.