
BSIP Bengkulu Ikuti Rapat Pertemuan Laporan Rutin Realisasi CPCL dan Realisasi Tanam Padi Gogo
Senin, 03 Maret 2025 telah diikutinya rapat Pencatatan CPCL dan Realisasi Padi Lahan Kering/Padi Gogo Tahun 2025 yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom di BSIP Bengkulu, diikuti oleh lingkup satuan kerja Kementerian Pertanian, TNI Angkatan Darat dan stakeholder yang membidangi pertanian dan perkebunan lingkup Pemerintah Daerah, salah satunya BSIP Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang dilaksanakan setiap hari Jum’at.
Kegiatan diawali dengan arahan dari Direktur Jenderal Perkebunan dalam hal ini diwakilkan oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma (Ardi Praptono). Beliau menyampaikan bahwa telah dilakukannya koordinasi secara virtual melalui aplikasi zoom meeting antara Dirjenbun, Dirjen Tanaman pangan dan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian terkait perkembangan ketersediaan bantuan benih dan persiapan untuk mendapatkan bantuan pestisida dan herbisida.
Saat ini ada beberapa lokasi yang sudah siap untuk ditanam namun benihnya belum tersedia. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pertama dengan cara melakukan identifikasi terhadap benih insitu yang ada supaya benih lokal tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemberian bantuan benih tersebut dan kedua benih bisa disediakan dari luar Provinsi. Untuk jadwal tanam jan-maret yang sudah diidentifikasi dari CPCL yang masuk 55.000 ha sudah proses kontrak benih sejumlah 30.000 ha dan saat ini sudah droping benih 12.000 ha.
Harapannya semua target jadwal tanam Januari-Maret bisa tertanam sesuai dengan target. Selain itu terkait dengan bantuan pestisida dan herbisida dalam waktu dekat akan diterbitkan petunjuk operasional kegatan (POK) dari Dirjen PSP. Oleh karena itu proses pengadaan dan pendistribusian pestisida dan herbisida akan segera dilakukan. Target padi gogo secara Nasional semula 892.000 ha, target tersebut dalam usulan revisi menjadi 520.000 ha. Hasil zoom tanggal 02 Maret 2025 ada usulan CPCL sebanyak 20.000 ha harapannya dalam waktu terdekat segera ditetapkan SK Kabupaten. Dan sudah ada SK kabupaten secara Nasional sejumlah 14.585 ha dan harapannya SK tersebut untuk segera di sampaikan ke Dinas Pertanian Provinsi untuk SK persejutuan dari Kadis Pertanian Provinsi. Beberapa hari yang lalu sudah ada 177 ha dari Provinsi sudah disampaikan ke Dirjen Tanaman Pangan, sehingga SK padi gogo yang ada di Dirjen Tanaman Pangan sejumlah 225.000 ha.
Berdasarkan informasi yang diterima terdapat 28.692 ha yang sudah melakukan kontrak bantuan benih. Saat ini sudah dilakukan droping benih kepada petani lebih kurang 13.000 ha. Harapannya LTT padi gogo sudah ada penambahan dari hasil droping benih tersebut. Jumlah LTT padi gogo dari bulan Januari s.d bulan Maret sejumlah 24.000 ha, harapannya LTT padi gogo akan bertambah dari benih yang sudah didroping tersebut. Jadi LTT padi gogo bulan Maret yang sudah tertanam lebih kurang 40.000 ha.
Pada kesempatan yang sama Provinsi Bengkulu juga menyampaikan perkembangan padi gogo. Untuk data CPCL dan realisasi tanam masih sama, namun ada sedikit perubahan pada tanggal prediksi SK di Kabupaten Mukomuko. Untuk benih, saat penyedia sedang melakukan peacking benih untuk 20 ha yang akan didistibusikan ke kabupaten Rejang Lebong untuk 20 ha pada tanggal 10 Maret 2025. Terkait dengan benih, berdasarkan target tanam bulan januari s.d Februari sekitar 600 ha dan bulan Maret 800 ha, namun yang menjadi kendala sampai saat ini bantuan benih baru 20 ha.
Harapannya bantuan benih bisa dipercepat pengadaanya. Dinas Pertanian Provinsi pernah mengajuan untuk proses sertifikasi benih lokal seluas 25 ha di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Kaur. Harapannya benih tersebut bisa digunakan untuk memenuhi target LTT padi gogo Kabupaten Kaur 40 ha dan Kabupaten Kepahiang 500 ha. Selain itu juga disampaikan bahwa di Kabupaten Bengkulu Utara berdasarkan SK CPCL pada bulan Februari seluas 24 ha di luar lahan PSR saat petani sudah siap tanam namun benih belum tersedia.