
BSIP Bengkulu Ikutin Rapat Pertemuan Laporan Rutin Realisasi CPCL dan Tanam Padi Lahan Kering 2025
Jum’at, 14 Februari 2025 telah mengikuti rapat Pertemuan Pencatatan CPCL dan Realisasi Padi Lahan Kering/Padi Gogo Tahun 2025 yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom di BSIP Bengkulu, yang diikuti oleh lingkup satuan kerja Kementerian Pertanian, TNI Angkatan Darat dan stakeholder yang membidangi pertanian dan perkebunan lingkup Pemerintah Daerah, salah satunya BSIP Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Kegiatan diawali dengan arahan dari Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian dalam hal ini diwakilkan oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma (Ardi Praptono). Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki fase pencatatan luas tambah tanam. Saat ini data CPCL pertanggal 13 Februari 2025 surat persetujuan Provinsi secara total ada 334, terdapat keterlambatan dari SK Provinsi. Dirjenbun juga melakukan identifikasi beberapa yang tidak terlaporkan tetapi data tersebut sudah masuk ke Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, sehingga disarankan penanggung jawab Provinsi maupun Kabupaten untuk melakukan update data dan menyampaikan ke Dirjenbun, Kementan sehingga data yang ada terkait dengan CPCL sesuai dengan yang diterima Dirjen Tanaman Pangan, Kementan.
Kita berharap 45.157 ha yang masih di SK CPCL Kabupaten perlu untuk segera diakselerasi untuk di tanda tangan di Dinas Pertanian di Provinsi. Lokasi yang SK CPCL Kabupaten di atas 10.000 ha menjadi fokus untuk mengejar dari target 183.000 ha artinya kurang 17.000 ha untuk mencapai target CPCL di pertengahan Februari 200.000 ha. Proses yang ada di Dirjen Tanaman Pangan, benih sudah meningkat 18.000 ha dan distribusi benih sudah mencapai 7.900 ha. Agar kita bisa memperoleh benih bisa mengidentifikasi kira-kira ketersediaan benih di lokasi, jika ada benih insitu yang ada, bisa diajukan sebagai bantuan benih pada lokasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada Dirjen Tanaman Pangan, Kementan atau melalui Dirjenbun, Kementan sehingga benih bisa segera lebih cepat dan lebih banyak lagi yang bisa diproses.
Segera dilakukan penanaman karena akan menjadi laporan Dirjenbun, Kementan terhadap LTT total tiap hari LTT regular untuk disampaikan kepada Bapak Menteri Pertanian. Realisasi tanam untuk padi gogo sudah tersentralisasi di Dirjenbun, Kementan dan setiap hari dilaporkan di LTT sehingga tidak ada lagi perbedaan persepsi di lapangan. Ada data 8000 ha dari padi gogo dari pencatataan Dirjen Tanaman Pangan mohon untuk diupdating apakah data tersebut masih single data sehingga bisa dimasukkan diaplikasi.
Dirjenbun, Kementan berharap bisa terdorong LTT sudah mencapai 20.480 ha dan melihat ada pergerakan tetapi perlu didukung benih yang sudah didroping untuk agar segara melaporkan kapan waktu tanam. Data tersebut harus dilengkapi dengan polygon dan titik ordinat tetapi dapat dilaporkan di aplikasi data ordinat dan foto open kamera terlebih dahulu dan data polygon bisa menyusul.