
Dukung Ketahanan Pangan, BSIP Bengkulu Hadiri Rakor di Polda Bengkulu
Selasa, 11/03/2025, BSIP Bengkulu mengikuti Rakor Ketahanan Pangan di kantor Polda Bengkulu. Peserta yang hadir dari BSIP, Bulog, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, GAPKI, Polda, Polres, dan Polsek se Provinsi Bengkulu.
Rakor diawali dengan penyampaian progres kegiatan terkait ketahanan pangan oleh Karo SDM Polda Bengkulu (Harno). Polri mendapat amanah untuk ikut mendukung keamanan pangan, khususnya jagung. Polri bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholder terkait agar ketahanan pangan terwujud dan bisa berswasembada. Polda sudah 3 x melakukan penanaman jagung di beberapa kabupaten seluas 27 ha dengan hasil 77,8 ha. Program tumpangsari direncana seluas 37,2 ha dan baru 29,6 yg ditanam secara swadaya. Kapolda Bengkulu mencanangkan program tanam jagung 1 desa 1 hektar untuk pencapaian swasembada. Beliau juga meminta peran aktif Polres dan Polsek untuk memonitor pemanfaatan 20% dana desa mendukung program ketahanan pangan.
Ketua Tim DSIP BSIP Bengkulu (Kusmea Dinata) menjelaskan tentang MoU Mentan dan POLRI, untuk mendukung ketahanan pangan. Kontribusi pihak swasta dalam hal ini perusahaan perkebunan untuk menanam jagung dengan sistim tumpang sisip pada tanaman sawit umur maksimal 2 tahun.
Mekanisme pembinaan dengan dana CSR.
Lahan yang ditanami jagung harus di polygon. Oleh karena itu, jangan sampai overlap dengan LTT untuk mengklaim tambah tanam. Selain itu, dijelaskan juga bahwa Bayangkara adalah jenis jagung hibrida (F1) yang digunakan hanya untuk 1 kali tanam.
Sekdis TPHP Provinsi Bengkulu (Hidayatullah) menambahkan bahwa alokasi subsidi pupuk berdasarkan SK Gubernur. Perlu pendampingan Polres agar pupuk tsb sampai kepada yg berhak serta
pengawasan pupuk agar jangan dialihkan ketempat lain.